Februari 27, 2019

Cuaca Politik Memanas, Mantan Napi Bawa Pesan Perdamaian

Bersama Pelajar, Mahasiswa serta Muspida-Muspika, puluhan mantan Napi di Paser gelar Deklarasi Pemilu 2019 Damai.

KABARKALTIM, PASER - JIka selama ini banyak pandangan negatif tentang mantan narapidana. di Kabupaten Paser, mungkun kesan tersebut agak sedikit berbeda, lantaran mereka yang tergabung dalam sebuah organisasi forum komunikasi Narapidana Paser (Napas) di daerah ini kerap melakukan aksi sosial ditengah-tengah masyarakat. Bahkan belum lama ini mantan napi ini-pun menjadi salah satu pelopor pembawa pesan perdamaian seperti dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika ditengah hiruk pikuk suasana politik yang terus memanas.

Dalam wadah Organisasi ini mereka pun berkumpul mengajak beberapa organisasi masyarakat lainnya, pelajar, mahasiswa serta beberapa perwakilan Muspida untuk berkomitmen memberikan pernyataan sikap akan mengawal tahapan Pemilu Pileg dan Pilpres dengan damai di Paser. Bak gayung bersambut. Ajakan ini-pun mendapat respon yang baik fan antusias untuk diikuti.

Selain itu, ajakan mantan napi ini meminta masyarakat agar tidak mudah
Ketua Forkom Napas, Abdul
Kadir Jaelani
(kedua dari sebelah kanan)
terhasut atau terprovokasi dengan informasi hoax yang banyam beredar di media sosial dunia maya. "Jangan hanya karena perbedaan pilihan politik kita melupakan persatuan dan persaudara yang selama ini selalu terjaga. Mari tetap merangkul satu sama lain. Kesampingkan perbedaan pilihan politik itu. Perbedaan politik itu solusi hanya satu, yakni cukup kita selesaikan di bilik suara pada saat hari h nanti. Bukankah selama ini kita adalah maayarakat yang memiliki aneka ragam suku, agama dan budaya berbeda-beda, toh tetap rukun dan damai." Ungkap Ketua Forkom Napas, Abdul Kadir Jaelani.

Sadar akan indah damai dan menjaga persatuan di megri ini, diakui Jaelani
Forkom Napas Bawa Pesan Damai
merupakan panggilan hati bagi pihaknya bersama rekan-rekan eks napi yang mengaku sangat prihatin atas perseteruan antar kelompok masyarakat. Terlebih perseteruan akibat beda pilihan politik ini turut membawa perbedaan suku, budaya hingga agama. "Semoga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Mari kita sama-sama menjaga perdamaian dan persudaraan ini", ajak Jaelani.

Tak cukup sampai disitu, Usai kegiatan deklarasi tersebut pihaknya juga
melakukan aksi dengan mengunjungi lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Paser dan mengajak para Napi di dalamnya untuk tidak terpancing dengan isu-isu yang berusaha memperpecah persatuan. Terlebihnya lagi. Pihaknya juga mengajak agar mereka dapat mempergunakan hak suara politiknya dengan baik dan tidak Golput. (dayat)


Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM