Senin, 03 Desember 2018

Besi dan Batu Pemicu Inflasi

Edward Azran (baharsikki/kk)
KUTIM, KABARKALTIM. CO.ID- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Edward Azran menyaatakan 80 persen kebutuhan pembangunan di Kutim berasal dari luar. Ada 52 jenis barang terdata, dan dari 52 jenis barang tersebut sebahagian besar bersumber dari luar Kutim.
Dari identifikasi barang tersebut, ternyata besi dan batu dapat pemicu terhadap kenaikan harga barang kebutuhan yang lain. Inflasi atau kenaikan harga secara umum, ini salah satu pemicunya adalah harga besi dan batu. Batu (pasir) kualitas bagus didatangkan dari Palu, Sulawesi Tengah. Besi juga didatangkan dari daerah lain. Kalau harga bahan bangunan ini tidak stabil maka pekerjaan proyek bangunan bisa terkendala.

Biasanya penetapan standarisasi harga bahan bangunan, itu dilakukan Bagian Perlengkapan. Jadi standarisasi harga itu menjadi acuan dalam menyusun anggaran proyek,” urai Edward Azran usai rapat koordinasi di ruang Meranti, Setkab Bukit Pelangi, Senin (3/12/2018).
Karena Kutim masih banyak mengantung pada daerah lain, terkait dalam pemenuhan kebutuhan, maka kedepan sangat tepat bila pembangunan pelabuhan Kudungga di Kenyamukan dipercepat. Karena pelabuhan itu bisa nantinya difungsikan menjadi outlet transportasi air yang sangat strategis dalam upaya peningkatkan sejahteraan masyarakat. Harga-harga barang bisa lebih murah sampai di tangan konsumen bila lewati pelabuhan tersebut.
Juga perlu stok yang memadai yang ada di pemerintah daerah untuk kebutuhan barang tertentu. Apabila tejadi inflasi, maka stok tadi dilempar ke pasar dengan harga murah guna menstabilan harga,” harap mantan Asisten Administrasi Sekkab Kutim. (baharsikki)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM