Jumat, 02 November 2018

Negara Diobok-obok, Jangan Diam Saja! Ayo Kibarkan Sang Saka Merah Putih

Catatan : Suriansyah (Prof)

Suriansyah (Prof)
SAYA cinta NKRI, siapa kita Indonesia? NKRI harga Mati, Indonesia jaya, jaya dan . jaya. Saya anak pejuang kemerdekaan/Veteran dan Ketua Umum Gerakan Putera Asli Kalimantan (Gepak) Kaltim dan sebagai Koordinator Aliansi Ormas Daerah & OKP Kota Balikpapan. Merasa miris melihat, mendengar, membaca tentang kondisi pemerintahan yang ada sekarang karena sudah diobok-obok dan dibuat tidak kondusif. Yang mengobok-obok dan membuat tidak kondusif, dari oknum-oknum yang ingin mengambil alih kekuasaan dan mendirikan negara khilafah.

Lihat beberapa tahun ini bendera yang bertulisan Tauhid sudah dilarang pemerintah pusat, tapi dikibarkan terus seenaknya di seluruh Indonesia dan kita hanya berdiam diri saja tanpa mengambil sikap.

Saya mengimbau kepada masyarakat seluruh Indonesia yang merasa dirinya cinta NKRI, baik dari pemerintah, ulama, partai politik (parpol), swasta, Ormas-ormas Islam dan Ormas-romas nasional, kalangan olahragawan dan semua pihak lainnya, untuk benar-benar menunjukkan kecintaannya terhadap NKRI.

Jangan hanya mengaku dan lantang menyebut NKRI harga mati, Pancasila sebagai lambang negara kita, tapi hanya untuk tameng saja. Jangan memandang siapapun yang memimpin negeri ini. Ayo, kita sama-sama menjaga NKRI, jangan sampai ada segelintir orang yang ingin mengubah NKRI menjadi negara khilafah.

Mulai tahun 2017 sampai sekarang di Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia di Jakarta sudah tidak kondusif lagi dan diobok-obok oleh orang-orang yang berkepentingan ingin mendirikan negara khilafah dan mau merencanakan makar/menjatuhkan pemerintahan yang sah.

Mengapa kita berdiam diri saja? Menonton, komentar, mengeluh tapi tidak berani bersikap mengambil tindakan. Ayo, kita sama-sama kibarkan Merah Putih di seluruh Indonesia terutama di Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu di Jakarta.

Kita kibarkan Merah Putih sebanyak mungkin. Kalau kita berdiam diri saja hanya berkomentar, pihak oknum tersebut makin menjadi-jadi dan menginjak-injak pemerintahan yang sah sekarang ini.

Lihat bendera yang bertulisan Tauhid berkibar di mana-mana dan terpasang di kantor-kantor pemerintah. Padahal bendera itu sudah jelas dilarang oleh pemerintah. Tapi masih dipakai oleh segelintir orang-orang dengan dikemas, dibungkus dengan kalimat Tauhid. Ayo para pimpinan,  tokoh-tokoh politik, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan semua saja di tanah air Indonesia, siapa yang berani memimpin kibarkan Sang Saka Merah Putih di Jakarta? (*)

Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM