Rabu, 05 September 2018

Kenalkan Ibahdah Haji Sejak Dini

KALTIM, KABARKALTIM.CO.ID- Sebanyak 2.943 jamaah haji cilik dua daerah ikut praktik ibadah haji. Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia, Kabupaten Kutai Timur (IGTKI Kab.Kutim) menyelenggarakan manasik haji cilik. Praktik melaksanakan ibadah haji diikuti 2.376 murid dari 42 lembaga Pendidikan Usia Dini Sebanyak 2.943 jamaah haji cilik dua daerah ikut praktik ibadah haji.(PAUD) se-Sangatta. Siar Islam tahunan itu dilangsungkan di halaman Masjid Agung, Kawasan Pusat Perkantoran Bukit Pelangi, Rabu (5/9/2018)
Tawaf di Masjid Baitul Rahman, Bontang (baharsikki/kk)
Ketua Panitia Ely Sofiati menyatakan, manasik haji cilik ini sengaja digelar guna mengenalkan anak umat Islam sejak dini terhadap rangkaian ibadah haji. Anak PAUD tersebut dituntut masing-masing gurunya untuk menjalani prosesi tawaf, sai, tahalul, melontar jumrah.
Kalau di Makkah sana, keliling kabbah tujuh kali. Tapi murid TK dalam praktik hanya kelilingi kabbah tiga kali,” jelasnya.
Begitu pula melontar jumrah, di Makkah 7 kali, di Masjid Agung murid TK hanya disuruh berpura-pura melontar jumrah sebanyak tiga kali. Mereka tidak dibekali batu, tidak seperti sewaktu manasik haji cilik digelar di lapangan Swargabara. Tiap jamaah haji cilik membawa batu masing-masing untuk melontar jumrah.
Praktik haji cilik ini juga tidak ada aksi wukuf di Arafah. Tapi manasik haji cilik ini sengaja dikemas lebih sederhana,” kata Ely di arena manasik haji.
Masjid Agung, Sangatta, (baharsikki/kk)
Terkait pelaksanaan praktik ibadah haji cilik terlaksana sesuai rencana berkat bantuan dana dari PT Kaltim Prima Coal (KPC), dari Bunda PAUD Uncek Rinda Firgasih, Dinas Pendidikan serta iuran dari masing- masing peserta. Acara dibuka Bupati Ismunandar. Tampak hadir Wabup Kasmidi Bulang, perwakilan Forum Koordinasi Daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama Ambotang, serta ratusan wali murid. Pembinaan menanamkan tauhid rukun Islam kelima terhadap anak-anak sejak dini merupakan langkah baik dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang beriman dan bertakwa.
Terpisah, di Masjid Baitul Rahman juga digelar manasik haji cilik diikuti 567 murid yang dibagi dalam 8 kloter se- Kecamatan Bontang Barat, Sabtu (1/9.2018). Ketua Panitia Neni mengatakan, tema, manasik haji cilik yakni menumbuhkan rasa sayang dan kepedulian terhadap sesama. Potret anak bangsa kedepan ada di tangan guru PAUD. Untuk itu, para guru TK juga ikuti pelatihan belajar bagaimana cara tepat menularkan ilmu pengetahuan kepada anak didiknya. Jadi bukan hanya guru yang belajar, tapi guru pun terus membekali diri agar muridnya bisa lebih berkualitas, berahklah mulia.(baharsikki)



Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM