Rabu, 02 Mei 2018

ABDULLOH KRITISI PENYERAPAN APBD 2018

Abdulloh (abram/kk)

BALIKPAPAN, KABARKALTIM.CO.ID-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) jajaran Pemkot Balikpapan harus meningkatkan kinerja terkait program-programnya dan memaksimalkan penyerapan anggaran APBD, jika tak ingin mendapat catatan merah.

"Terlihat kurang maksimal alias ogah-ogahan bekerja dan tidak kooperatif diganti, cari yang lain. Bisa saja dicopot, kenapa tidak? Kami akan paksa wali kota, karena mengganggu, menghambat kinerja atau program-program wali kota. Progresnya walikota tidak jalan, karena ketidakmampuan OPD menyerap APBD 2018, jangan sampai molor," ujar Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh kepada kabarkaltim usai pelaksanaan reses, baru-baru ini.

Dari pantauan dewan, selain masalah administrasi, ada beberapa alasan tak maksimalnya pelaksanaan program sehingga berdampak pada tak optimalnya penyerapan anggaran. Salah satunya bidang atau jabatan yang tak sesuai dengan keahlian atau kemampuan.


DPRD menilai ketidakmampuan OPD-OPD yang ditempatkan. "Mungkin tidak sesuai dengan kemampuannya lalu dipaksakan. Ini sangat riskan menjalankan program-program. Akibatnya sehingga menjadi penonton saja," tegas politisi Partai Golkar itu.

Rendah penyerapan anggaran, pihaknya akan memanggil seluruh OPD dalam waktu dekat. Tujuannya untuk mengetahui sampai seberapa jauh kinerja terkait dengan program telah dilaksanakan. "Sekaligus monitoring terhadap pelaksanaannya," terang Abdulloh.

Untuk diketahui, kurang lebih Rp 800 miliar yang dianggarkan DPRD Kota Balikpapan pada APBD 2018 untuk seluruh kegiatan di OPD-OPD,  Rp 2,2 triliun dari total APBD 2018. Sampai bulan April yang terserap kurang lebih 15 persen.  (ahe)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM