Senin, 30 April 2018

Tim Penanggulangan Kurang Siap Hadapi Banjir

Bantuan Sembako Terus Mengalir

Serahkan simbolis sembako untuk korban banjir. (baharsikki/kk)
KUTIM, KABARKALTIM.CO.ID-  Damdin 0909 Sangatta Letkol Inf Kamil menyatakan, tim penanggulangan bencana terkesan kurang siap hadapi banjir. Pasalnya, ketika musibah banjir datang landa warga yang bermukim di dataran rendah sepanjang kisaran Sungai Sangatta,  tim tidak bisa bekerja maksimal ketika itu. Lantaran jalinan komunikasi terhadap pemangku kepentingan (stakeholder) belum terbangun lancar. Juga tim yang bekerja di lapangan belum terkoordinasi secara terintegrasi. Tim dari satuan terkait cenderung masih jalan masing-masing.


"Ini saya sampaikan bahwa pada Sabtu tanggal 28 April 2018 lalu, kami dari tim Kodim sudah turun langsung ke lokasi banjir untuk membantu warga di sana. Namun, ada yang kurang. Yaitu, perahu karet untuk evakuasi belum memadai. Ini yang perlu dibenahi ke depan pak bupati," harap Kamil dalam rapat koordinasi penanganan banjir  yang dilangsungkan di ruang Meranti, Kantor Bupati Bukit Pelangi, Senin (30/4/2018).

Sebelumnya, Kapolres AKBP Teddi mengatakan, banjir landa  sebagian warga Sangatta mulai hari Sabtu (28/4/2018). Kondisi banjir saat ini tampak mulai surut. Namun yang perlu dilakukan, bagaimana penanganan musibah pasca banjir. "Kami siap mendukung upaya menanggulangan banjir,"  katan Teddi

Selanjutnya, Bupati Ismunandar mengatakan, kepedulian pemerintah terhadap warga yang kena banjir sedang terus dilakukan.  Mungkin kedepan ada pengerukan dan sodetan agar bila hujan lebat turun airnya bila lancar mengalir. Termasuk juga perbaikan drainase.

Terkait dengan bantuan sembako, lanjut Ismunandar sesungguhnya sudah disalurkan sejak banjir. Namun terkait penyerahan bantuan sembako simbolis tadi (Senin pagi 30 April 2018, Red), dari Dinas Sosial 100 karung besar seberat 10 Kg/karung. minyak goreng 100 liter, sardan, mie intan, telur dan lainnya, "Itu hanya tambahan saja," katanya.

Memasuki 3 hari banjir, bantuan sembako terus mengalir kepada warga Kecamatan Sangatta Selatan. Warga yang bermukim di Kampung Kajang, Masabang hingga berita ini ditulis masih kebanjiran. Namun ketinggian air di permukim yang dimaksud sudah turut. "Masyarakat masih menggunakan dapur umum," terangnya.

Untuk warga Kecamatan Sangatta Utara lanjut Camat Basurmi, ada 41 RT  yang terdiri 22.404 KK yang kena banjir. Korban banjir sudah mendapat bantuan sembako dari PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Pama Persada dan PR Thies tbk. 

Berikut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Syafruddin menyatakan, sebenarnya  pemantuan mengenai potensi banjir sudah dilakukan sejak Rabu (25/4/2018). Namun puncak banjir terjadi di Sabtu. Padahal hujan mulai turun hari Kami (26/4/2018). "Pada waktu itu, kami kumpulnya di bekas kantor bupati lama. Kami di sana koordinasi pembagian tugas," bebernya. (baharsikki)


Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM