Kamis, 24 Agustus 2017

Untuk Mencegah Penyakit TB, Biasakan Hidup Bersih

Tim bagikan tambahan gizi. (baharsikki/kk)
SANGATTA, KABARKALTIM.CO.ID- Tim Pendamping Minum Obat Tubercolosis ( PMO TB) Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur bertandang di Yayasan Pendidikan Advent guna mensosialisasikan kepada insan didik cara tepat mencegah penyakit TB.

Untuk mencegah penyakit TB, sebaiknya biasakan diri berprilaku hidup bersih. Membiasakan diri hidup bersih niscaya badan selalu sehat. Itulah pengkalan kalimat yang dilontarkan para tim PMO TB di hadapan murid SD Advent Sangatta Utara, Jumat (25/8/2017).


Ketua PMO TB Sangatta Utara Jevita bersama Wakil Ketua PMO TB Nurul menyatakan, penyakit TB adalah jenis penyakit yang sangat membahayakan kesehatan manusia. Untuk itu, TB bisa dicegah sejak dini melalui prilaku hidup bersih dan sehat.  “Antusias anak-anak luar biasa. Baru kali ini saya sosialisasi, para murid semangat sekali. Itu tampak pada sesi tanya jawab,” kata Jevita dengan bangga.

Adapun tanda-tanda orang terserang kuman TB, di antaranya, batuk-batuk lebih dari 2
Tim PPTI Sangatta Utara Sosialisasikan Tobercolosis. (baharsikki/kk)
pekan lamanya. Badannya pada malam hari berkeringat, demam, sesak napas, serta nafsu makannya menurun. “Kalau batuk sebaiknya, mulut ditutup. Biar aman dari penularan penyakit,” urai Jevita di ruang kelas Yayasan Pendidikan Advent, Pinang Dalam, Sangatta Utara.

Tim PMO TB usai memaparkan materi sosialisasi pencegahan TB pada murid SD Advent, tim gabungan dari Puskesmas Sangatta Utara diwakili Elis, pengurus Perhimpunan Pemberantasan Tubercolosis Sangatta Utara, PT KPC serta simpatisan lainnya. Tim peduli kesehatan itu menyempatkan pula membagi-bagikan tambahan minuman susu dari sponsor Morinaga kepada murid SD Advent.

“Sebelumnya, Kami tim PMO TB sudah melakukan sosialisasi di SD Negeri 10, dan di SD Negeri 06 Sangatta Utara,” tambah Nurul diiyakan Nirma.

Kepala SD Advent Merry menyambut baik adanya sosialisasi cara mencegah TB. Pasalnya, sosialisasi penyakit TB baru pertama kali digelar di sekolahnya. “Ini bagus sekali. Sangatta bermanfaat bagi kami. Karena anak-anak diberitahu secara detail tentang bahaya penyakit TB dan cara mencegahnya.

Memang terkait kesehatan lanjut Merry, muridnya yang berjumlah 110 orang itu juga diajarkan tentang pendidikan kesehatan. Tapi ajaran kesehatan melalui kurikulum sekolah hanya umum saja. Kalau sosialisasi TB ini lebih detail disampaikan pada anak sekolah. Sebaiknya, kegiatan serupa kalau bisa digelar paling tidak tiap semester atau tiap tahun. (bahar sikki)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM