Sabtu, 11 Maret 2017

Blok Mahakam, Pemerintah Tawarkan 39 Persen Saham Ke Total E&P Indonesie

 
     
Ignatius Jonan (Foto: Antara)
KABARKALTIM.Co.Id, Kutai Kertanegara - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menawarkan pembagian saham minyak dan gas bumi (shares down) Blok Mahakam, Kalimantan Timur, sebesar 39 persen kepada Total E&P Indonesie dan sebagai operator gabungan bersama Pertamina.

"Kami menawarkan ke Pertamina untuk mengajak kontraktor yang sudah ada, dalam kasus Blok Mahakam, kami minta Pertamina untuk mengusai 51 persen saham, 39 persennya ditawarkan kepada Total E&P dan 10 persennya untuk (Participating Interest) pemerintah daerah," kata Menteri ESDM Ignasius Jonan ketika meninjau Blok Mahakam di Kalimantan Timur, Sabtu (11/3).

Kementerian ESDM juga membolehkan Total E&P menjadi operator Blok Mahakam lagi atas koordinasi dengan Pertamina yang telah difasilitasi oleh SKK Migas nantinya.


"Boleh saja Total E&P kembali menjadi operator, terganting kesepakatan nanti, tapi saya kira akan menjadi operator gabungan bersama Pertamina," kata Jonan.

Sementara itu, pihak Total E&P Indonesie sendiri masih mempertimbangkan dan mempelajari kemungkinan penawaran Participating Interest (PI) sebesar 39 persen tersebut.

"Kami masih mempelajari, nanti saya akan laporkan kepada Total pusat, mudah-mudahan sebentar lagi bisa ada hasilnya. Nanti akan segera dibicarakan bersama Pertamina dan SKK Migas," kata Presiden dan General Manager Total E&P Indonesie (TEPI) Arividya Noviyanto.

Noviyanto mengatakan Blok Mahakam telah dieksploitasi oleh Total E&P hingga saat ini sekitar 70 persen. "Setidaknya hingga saat ini sudah 70 persen, namun masih banyak potensi-potensi yang masih belum dipelajari," katanya.

Blok yang dikelola oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Total E&P Indonesie (TEPI) dan Inpex Corporation akan berakhir kontraknya pada 31 Desember 2017. Saat ini blok Mahakam dalam tahap transisi pengelolaan dari kontraktor eksisting kepada kontraktor baru yaitu PT Pertamina Hulu Mahakam (PT PHM).

Kontrak Kerja Sama (KKS) Blok Mahakam telah ditandatangani antara SKK Migas dengan PT PHM tanggal 29 Desember 2015 dan akan berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2018.

Total dan Inpex Corporation menjadi operator pengelola Blok Mahakam sejak 1966 silam saat Kontrak Kerja Sama (KKS) WK Mahakam ditandatangani pada tanggal 6 Oktober 1966 dan berakhir tanggal 30 Maret 1997. Kontrak tersebut telah diperpanjang pada tanggal 11 Januari 1997 dan akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2017. Blok ini meliputi lapangan gas Peciko, Tunu, Tambora, Sisi-Nubi dan South Mahakam. Selain itu termasuk juga lapangan minyak Bekapai dan Handil.

Wilayah Kerja ini memiliki luas 2.738,51 km2 dan terletak di Provinsi Kalimantan Timur serta merupakan wilayah kerja onshore dan offshore. WK Mahakam mulai berproduksi pertama kali pada tahun 1974. Rata-rata produksi tahunan WK Mahakam saat ini adalah gas sebesar 1.635 mmscfd (juta kaki kubik per hari) serta minyak bumi sebesar 63.000 bopd (barrel oil per day). [/maxor] 

Sumber: ANTARA



Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM