Januari 06, 2017

"Diubah Demi Suksesnya Gerbang Desa Madu"

Ismunandar. (baharsikki/kk)






SANGATTA, KABARKALTIM. CO.ID-  Mutasi besar-besaran di lingkup Pemkab Kutim memberi makna tersendiri bagi aparatur negara.  Dari muka  mereka ada tampak murung, dan ada pula tampak ceriah setelah mendengar namanya disebut protokol.  Seolah ada yang bakal hilang, dan ada pula yang merasa  mendapat harapan baru untuk mengabdi menyukseskan pelaksanaan program Gerakan Pembangunan Desa Mandiri Terpadu (Gerbang Desa Madu). 


Bupati Ismunandar menyatakan, mutasi di lingkungan pemerintahan merupakan hal lumrah.  Ini dimaksud agar pegawai negeri sipil (PNS) diberi kesepamtan untuk mengabdi lebih baik lagi kedepan.  Penyegaran  bagi pemangku jabatan strategis merupakan tuntutan kebutuhan  organisasi. Oleh karena itu, pergantian posisi jabatan diharapkan membawa perubahan signifikan terhadap kinerja pemerintah daerah. “Diubah demi suksesnya Gerbang Desa Madu,” tegas Ismunandar usai melihat anggota DPRD Kutim Kamsiah jatuh pingsan saat mengikuti prosesi mutasi.



Dalam mutasi di ruang Akasia, Gedung Serbaguna, Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi, Jumat (6/1/2017) ada 2 dari 4 asisten Sekretaris kabupaten Kutai Timur (Sekkab Kutim) ‘terpental” untuk menduduki jabatan baru. Yaitu, Asisten Administrtasi Edward Azran dimutasi menjadi kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Asisten Tata Praja Sekkab Syafruddin dipindahkan untuk menjabat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang ditinggal Zainuddin Aspan karena diamanahkan untuk pimpin kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan.


Jabatan yang ditinggal Edward Azran diisi Yulianti. Yulianti sebelumnya menjabat  kepala Dinas Pendapatan Daerah. Sedangkan posisi asisten Tata Praja (pemerintahan) dijabat Mugeni. Sebelumnya, Mugeni menjabat sebagai asisten Kesejahteraan Rakyat. Berhubung asisten Kesra tidak ada lagi. Sementara asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekkab Rupiansyah belum digeser.


Selanjutnya, staf ahli bupati dan wakil bupati Kutim, kini dijabat dr Marten Luther, Abdul Muthalib, Syahnin, dan Budi Santoso. Budi Santoso sebelumnya menjabat kepala Badan Perpustakan dan Kearsipan Daerah. Kasful Anwar sebelumnya sebagai staf ahli bupati, kini diberi mandat untuk menjabat kepala Dinas Sosial menggantikan posisi almarhum Aji Kifli Oesman. “Saya sisa dua bulan lagi sudah pensiun,” ujar Kasful Anwar usai diambil sumpahnya.

Sekretaris DPRD Arif Julianto dimutasi menjabat kepala Satpol PP. Kepala Satpol PP Rizali Hadi dipindahtugaskan menjabat kepala Dinas Pemadam Kebakaran. Sekretaris DPRD Kutim dijabat Suroto. Iman Hidayat sebelumnya menjabat kepala Dinas Pendidikan, kini menjabat kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Dinas Pendidikan, kini dijabat Akhmadi Baharuddin. Akhmadi Baharuddin sebelumnya menjabat kepala Dinas Perkebunan. Kepala Dinas Perkebunan, kini dijabat plt Alfian. Alfian sebelumnya menjabat sebagai kepala Bagian Perlengkapan Setkab.


Pengambilan sumpah bagi pejabat Kutim beda dari aksi pelantikan sebelumnya. Rohaniwan hanya mengangkat kitab suci di atas kepala perwakilan eselon II, III dan IV yang dilantik saat dibacakan bupati Kutim naskah sumpah atas nama Tuhan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.  Juga PNS yang dilantik dan dikukuhkan, mereka duduk di kursi ketika dibacakan nama dan jabatannya. Mereka berdiri waktu pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan saja.  Ini karena saking banyaknya PNS yang kena mutasi awal tahun ini. (ri)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM