Januari 09, 2017

Ali Akbar Hashemi Rafsanjani Mantan Presiden dan Tokoh Utama Gerakan Reformasi Iran Wafat di Usia 82

  Ali Akbar Hashemi Rafsanjani, mantan presiden Iran, di 
  Teheran pada 2015. [Photo Credit: Ebrahim Noroozi / 
  Associated Press]
KABARKALTIM.Co.Id, Teheran - Televisi pemerintah Iran pada hari Minggu (8/1/17) mengkonfirmasi kematian Ali Akbar Hashemi Rafsanjani, mantan presiden dan tokoh reformis terkemuka Iran, yang mengalami stroke pada hari Minggu. Beliau wafat di usia 82 tahun.

"Ayatollah Hashemi Rafsanjani, kepala dewan penegasan kemanfaatan, setelah seumur hidup berupaya tanpa henti membawa jalan Islam dan revolusi, meninggalkan dunia ini," demikian ticker yang terbaca di televisi pemerintah Channel One, sebagaimana dilansir oleh koran The New York Times.

Rafsanjani adalah seorang pemimpin, tokoh, dan ulama Muslim Syiah. Kematiannya merupakan pukulan besar bagi gerakan reformis, dan kaum moderat dalam pemerintahan, yang terpinggirkan di Iran. Beliau juga adalah salah satu penyuara utama di Iran yang menyerukan pendekatan ke Barat dan Amerika Serikat.

"Dia akan dikenang," kata Farshad Ghorbanpour, seorang analis politik dekat dengan kaum reformis. "Dia semakin tak berdaya, tetapi memberi kami harapan. Sekarang kita harus melakukan tanpa dia."

Rafsanjani memiliki karir yang panjang sebagai seorang revolusioner, tetapi juga diduga mengumpulkan kekayaan dan pengaruh yang besar dalam proses tersebut. Dia adalah salah satu pemimpin revolusi Islam Iran 1979, dan salah seorang pembantu utama dari pendiri republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Dia juga memainkan peran sebagai salah satu 'kingmaker' dalam menentukan dan memilih penerus peran pemimpin tertinggi Iran saat ini, Ayatollah Ali Khamenei.

"Dia adalah salah satu tokoh paling berpengaruh sebelum dan setelah revolusi," kata Ali Khorram, mantan duta besar Iran untuk China.

Kematian Rafsanjani juga merupakan kehilangan bagi Presiden Hassan Rouhani, sebagai seorang kepercayaan dekat Rafsanjani, dan sekarang menjadi pemimpin utama bagi mereka yang menyerukan perubahan di Iran.[maxor

Sumber: [New York Times/Guardian/AP]
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM