Desember 01, 2016

Yusran Kutip Kata Bijak Prabowo, juga Sampaikan Pusi Khairil Anwar



Orasi Yusran Aspar di Apel Nusantara Bersatu


"Kita berkumpul di lapangan ini adalah untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kita Indonesia masih ada dan masih bersatu dan tak punya masalah di dalam negeri ini, saya sampaikan orasi saya ini bukan kepada bangasa kita saja bahkan kepada bangsa asing yag punya niat jahat terhadap negeri ini klemudia kepada penghianat-penghianat bangsa jadi ini kkhusu kepada mereka,". 

“Wahai bangsa asing yang punya niat jahat terhadap Republik Indonesia anda keliru kalau melihat kami berkelahi atau ada perpecahan di dalam negeri kami tidak pernah ada perpecahan baik agama dan lainnya karena kami punya Pancasila sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa yakinlah bahwa kami tidak ada persoalan dengan  agama, kemudian kalau anda llihat di daerah-daerah terjadi perkelahian antar suku itu maslah kecil bagi kami itu hanya ulah oknum, karena kami punya sila Ketiga Persatuan Indonesia, insya Allah kami bisa menyelesaikan persoalan itu,".



Kami masih punya Pancasila dan kami masih punya rasa kemanusiaan yang adil dan beradab kami masih punya Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan kami masih punya rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, jadi anda keliru kalau punya niat jahat  terhadap bangsa ini.

Bangsa ini adalah bangsa yang besar sekalipun anda jatuhkan 4 biji bom nuklir di republik  ini kami belum apa-apa, kami punya lebih dari 17.000 pulau tidak masalah bagi kami sekalipun anda jatuhkan bom nuklir di tempat kami ini jaadi jangan anda punya niat jahat terhadap Republik Indonesia ini. 

Kemudian kepada para penghina bangsa saya ingin menukil beberapa kata-kata bijak dari Bapak Prabowo, begini kata-kata beliau, kau tabuhkan genderang peperangan sekeras halilintar di telingaku aku diam karena kau adalah saudaraku, kau hunuskan pedang setajam sembilu di leherku aku tidak melawan karena kau adalah saudaraku, kau taburkan fitnah sebusuk bangkai akupun diam karena kau adalah saudaraku, kau gali lubang yang dalam untuk kuburanku aku pasrah kepada Allah tapi jangan acoba-coba klau khianati bangsa ini aku akan melawan dan jangan coba-coba kau keruk kekeyaan bangsa ini kau bawa keluar negeri aku akan melawan. 

Kemudia saya tutup denga puisi karya Khairil Anwar : Aku, aku ini binatang jalang, dari kumpulan yang terbuang, biar peluru menembus kulitku, aku tetap meradang menerjang, luka dan bisa kubawa berlari, berlari hingga hilang pedih dan perih dan aku tidak perduli aku inign hisdup seribu tahun lagi (humas8)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM