Rabu, 28 September 2016

"Silahkan Buat Meriah HUT Kutim, tapi Jangan Bebani Panitia"


SANGATTA,KABARKALTIM.CO.ID-  Wakil Bupati Kasmidi Bulang menyambut apresiasi bila perayaan hari jadi Kabupaten Kutai Timur (Kutim)  ke-XVII/2016 digelar meriah dengan
Rakor HUT Kutim ke-17. (bahar sikki/kk)
melibatkan semua elemen masyarakat. Hanya saja politisi partai Golkar ini mengimbau kepada pihak terkait pada kegiatan perayaan jangan membebani panitia kabupaten.  Utamanya, soal pembiayaan kegiatan yang dimaksud.

“Silahkan buat meriah Hut Kutim, tapi jangan bebani panitia,” tandas Kasmidi Bulang.
Dalam rapat koordinasi pembahasan perayaan HUT Kutim ke-17 dipimpin Bupati Ismunandar di lantai 2 ruang Arau, Sekretariat Kabupaten (Setkab), Rabu  (28/9/2016), mencuat beragam rencana kegiatan berskala nasional. Di antaranya, bakar jagung sepanjang 3 kilometer. Atau  kuliner meracik makanan bahan singgkong 225 jenis kue makanan. Pertandingan olahragaPesta seni budaya. Pameran pembangunan. Dan kegiatan menarik murah meriah lainnya.


“Kendati saat ini, Pemkab Kutim alami pengurangan anggaran. Namun kegiatan terus diusahakan bisa maksimal. Caranya melakukan efisiensi dan efektifitas terhadap tiap kegiatan yang betul-betul menghibur masyarakat,” tegas bupati Kutim.

Upaya pemecahan rekor MURI bakar jagung, lanjut Ismunandar, harus dikomunikasi secara intensif. Jangan sampai peristiwa bakar ikan 4 ton terulang lagi. “Banyak ikan. Tapi begitu datang ikan, warga ada yang langsung membungkus di bawa pulang. Jadi ikan di bakar di lokasi kurang meriah. Warga rrebutan untuk mendapat ikan,” ungkap bupati Kutim sambil ketawa.

Agar bakar jagung bisa maksimal, sebaiknya lokasinya mudah terjangkau dan memang ada tanaman jagungnya di situ. Jadi kalau ada pengambil gambar (shoting) pada saat aksi bakar jagung, kelihatan lebih semarak lagi karena ada tanaman jagung di sekitarnya. Ini harus jelas berapa tangkol jagung yang mau dibakar, siapa-siapa yang siapkan jangung dan arang serta wadah tempat membakar. “Jangan sampai disepakati bakar jagung, tapi bahannya tidak siap. Malu kita jadinya. Apalagi kalau dihadiri undangan terhormat. Jadi aksi bakar jagung harus betul-betul matang,” harap Ismunandar.

HUT Kutim ke-17 pada Senin, 12 Oktober 2016 bertema, “Dengan Semangat Kebersamaan Mewujudkan Kutim Lebih Baik Melalui Gerakan Pembangunan Desa Mandiri Terpadu,” bukan hanya dilakukan pemerintahan eksekutif. Tapi instansi vertikal di lingkup Pemkab Kutim ikut pula menggelar berbagai kegiatan lomba. Seperti Kodim, Lanal, Polres dan lainnya. “Tiap SKPD membuat umbul-umbul, dan dipasang di depan kantor masing-masing. Biar suasana nampak lebih semarak,” perintah orang nomor datu di pemerintahan Kutim.

Menariknya, berkaitan dengan perayaan HUT Kutim, bakal diadakan lomba kebersihan tiap desa. Silahkan camat dan kepala desa untuk mengkoordinir aksi bersih-bersih lingkungan. Nanti, lingkungan Rukun Tetangga (RT) yang dinilai tim lebih sehat akan diberi penghargaan. Jadi lomba lingkungan ini ada hadiahnya.

Selain itu, apel HUT dan laporan pembangunan. Juga ada pawai budaya. Ada aksi musik rebana, off road, panjat pinang, lomba dayung perahu nada di Folder dekat Pasar Induk Sangatta. “Kalau lomba dayung jangan di sungai Sangatta. Buayanya di sana lagi lapar, tidak punya makanan. Bahaya!,” timpal mantan Ketua DPRD Kutim periode 2000-2004. (ri)

Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM