Senin, 19 September 2016

Program Desa Mantap, Yusran Aspar : Manfaatkan Otonomi Desa


Peluncuran Program Desa Mantan di Sesulu
PENAJAM, KABARKALTIM.CO.ID-Seluruh elemen masyarakat khususnya Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diharapkan bersatu mengatasi lemahnya perekonomian nasional. Apalagi, perlambatan perekonomian tidak hanya terjadi di PPU dan Kalimantan Timur,  hampir di seluruh Indonesia. Demikian dikemukakan Bupati Penajam Paser Utara Yusran Aspar saat peluncuran Program Desa Mantap "Desa Melayani Administrasi Berbasis Aplikasi" di aula Desa Sesulu Kecamatan Waru,  belum lama ini.


Menurut Yusran, mengeluh dengan kondisi ekonomi sekarang tidak akan menyelesaikan persoalan. “Kalau hanya mengeluh saja, bagaimana bisa teratasi, khususnya untuk Pemerintah Desa bisa memanfaatkan ADD,  DD maupun Dana Bantuan Provinsi atau bahkan bantuan CSR perusahaan untuk membangun infrastuktur, membangun desa, dan memanfaatkan otonomi desa dengan baik. Jangan hanya mengeluh, kita sudah ada UPT-PU di tiap kecamatan, desa tinggal membeli materialnya, pasti bisa teratasi bukan hanya mengeluh dan mengeluh, " katanya.

APBD Kaltim pernah menembus angka Rp15 triliun. Namun, saat ini, APBD Kaltim tinggal Rp 6 triliun. Begitu juga dengan PPU, yang dulunya APBD PPU mencapai Rp 2 triliun kini tinggal Rp 1,3 triliun. Nasib serupa juga terjadi di sebagian kabupaten/kota di Kaltim.
 
“Bisa dikatakan saat ini Kaltim tengah mengalami musibah besar yang sangat memprihatinkan tetapi kita tidak boleh mengeluh, manfaatkan yang ada,” ujarnya di hadapan para Kades se-Kabupaten PPU.

Menurut Yusran, bila masing-masing kabupaten/kota di Kaltim kehilangan APBD hingga sebesar Rp1 triliun dan provinsi kehilangan sebesar hampir Rp 10 triliun, dipastikan Kaltim saat ini tengah kehilangan APBD hingga Rp 15 triliun dalam setahun. Jika penurunan ini terjadi selama dua tahun, maka dipastikan Kaltim akan kehilangan APBD hingga Rp 30 triliun. 

“Itu artinya musibah tersebut telah melebihi peristiwa bencana tsunami besar di Aceh yang dalam pemulihan pasca bencana (memakan anggaran) sekitar Rp 30 triliun. Dalam kondisi seperti ini, wajar apabila Kaltim mengibarkan bendera setengah tiang seperti ketika terjadinya bencana di Aceh,” tutur Yusran.

“Intinya, kita tidak boleh menyerah. Apa yang bisa kita lakukan, lakukan. Jangan sampai menyerah dengan kondisi apa pun. Sesulit apa pun mari kita berusaha sebaik-baiknya mengatasi,” ujar Ketua DPD Gerindra Kaltim ini. 

“Ya kita semua tahulah, ekonomi kita melambat . Kalau saya hanya bisa menyampaikan, ayolah kita sama-sama berusaha memperbaikinya, dengan kata kerja keras, kerja cerjdas, kerja ikhlas dan kerja jamaah, insya Allah semua akan teratasi, jangan hanya aplikasinya aja yang mantap tetapi semuanya harus mantap,” ucapnya. 

Sekadar diketahui, APBD PPU tahun 2016 sebesar Rp 1,4 rrilliun diperkirakan APBD 2017 sekitar hanya Rp 1.03 trilliun dan tidak menutup kemungkinan hanya Rp 900 milliar akibat penurunan harga dana bagi hasil migas (DBH) yang hanya cukup untuk belanja daerah tetapi sang Bupati mengajak masyarakat untuk tidak mengeluh dan bersama-sama memperbaiki kondisi yang dialami saat ini. (*/hmd).
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM