Kamis, 16 Juni 2016

SMPN 19 Balikpapan Timur Raih Adiwiyata Provinsi





Awang Faroek menyerahkan penghargaan untuk SMPN 19
BALIKPAPAN, KABARKALTIM.CO.ID-Sebelumnya SMPN 19 yang terletak di kawasan Lamaru Balikpapan Timur telah bergelar sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Kota. 4 tahun vakum tidak ada kemajuan untuk menuju Adiwiyata selanjutnya. Namun setelah Wisnugroho menjabat sebagai Kepala SMPN 19 menggantikan kepala sekolah pendahulunya, langsung tancap gas menata lingkungan sekolah bersama semua warga sekolah menuju Adiwiyata Provinsi.

Ternyata dari hasil kerja keras yang diperlihatkan selam 6 bulan untuk membangun lingkungan sekolah menjadi lebih baik, membuahkan hasil yang menggembirakan yaitu kini sekolahnya meraih prestasi sebagai sekolah yang bergelar Adiwiyata Provinsi. Kepala SMPN 19 Baltim Wisnugroho Suronto SPd MM saat dikunjungi media ini menjelaskan, menata lingkungan sekolah menjadi lebih baik dan indah dipandang mata sangat membutuhkan waktu panjang, selain itu bekerja keras dan dan dukungan dari semua warga sekolah yang peduli akan kebersihan. 


”Artinya keberhasilan meraih Adiwiyata Provinsi merupakan keberhasilan kita bersama, bukan keberhasilan kepala sekolah. Tanpa adanya dukungan dari semua warga sekolah tidak mungkin akan berhasil meraih prestasi,” ujar Wisnugroho. 

Dijelaskan Wisnu lebih jauh, setelah berhasil meraih Adiwiyata Kota dan Provinsi masih harus terus berjuang melengkapi sarana dan prasarana agar ke depannya bisa kembali meraih Adiwiyata Nasional bahkan mungkin ke Adiwiyata Mandiri. Terlihat di setiap teras kelas telah disediakan tempat sampah, yang terdiri dari tempat sampah organik, anorganik dan bekas bahan beracun (B3). 

Masing-masing tanaman pohon yang terdapat dipekarangan sekolah diberi nama,sehingga semua siswa bisa mengenali nama pohon tersebut. Wisnugroho yang pernah menjadi kepala SMPN 18 Balikpapan dan sukses mengantarkan sekolahnya hingga menuju Adiwiyata mandiri menambahkan, selanjutnya akan meningkatkan pada pendidikan karakter, ini pun dilakukan secara bertahap.

Sebab mengubah perilaku siswa-siswi menjadi peduli terhadap kebersihan lingkungan dijaman sekarang, tidak gampang dan dibutuhkan waktu yang tidak sedikit, diakui sekolahnya masih banyak kekurangan yang harus segera dibenahi. (ktn)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM