Kamis, 02 Juni 2016

Integrasikan Sapi dengan Kelapa Sawit



PPU Daerah  Potensial Pengembangan  Ternak


PENAJAM, KABARKALTIM.CO.ID-Potensi daerah untuk pengembangan hewan ternak sapi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sangat menjanjikan. Hal ini juga sejalan dengan  program pengembangan 2 juta ekor  sapi di Kalimantan Timur oleh Gubernur Kaltim beberapa waktu lalu. Dalam hal ini, Pemkab PPU sejak beberapa tahun terakhir juga  telah memperoleh bantuan sapi ternak untuk dikembangkan di daerahnya. 

Di tahun 2016 saat ini, Kabupaten PPU kembali memperoleh bantuan sapi ternak dari APBN  dan APBD I yang jumlahnya antara lain 662 ekor sapi, 225 ekor kambing dan 25 unit biogas. Masing-masing di Kecamatan Babulu  sebanyak 187 ekor sapi yang merupakan kekurangan tahun 2015, kecamatan sepaku 300 ekor  kepada 9 kelompok tani. Sementara untuk APBD I  di Kelurahan Petung sebanyak 50 ekor sapi Bali dan Desa Gunung Makmur sebanyak 225 ekor kambing. 


“Sejumlah bantuan sapi lainnya juga akan segera disalurkan ke masing-masing kelompok tani di PPU. Tim dari provinsi telah melakukan monitoring ke lapangan untuk memastikan daerah telah siap. Merka juga akan menunda penyaluran ternak bila yang bersangkutan belum siap. Dalam artian belum memiliki kandang dan sebagainya,“ terang Kepala Dinas Pertanian dan Pertenakan Kabupaten PPU, Joko, Rabu, (1/6/2016) di ruang kerjanya. 

Untuk itu dirinya berharap kepada penerima bantuan, atau kelompok tani penerima bantuan hewan ternak, harus memperatikan ketentuan-ketentuan yang diberikan. Di antaranya yaitu kesiapan mereka dalam pengembangan hewan ternak yang diberikan.
Berbagai program untuk mengembangkan peternakan di Kabupaten PPU ini pun terus  dilakukan. Salah satunya diharapkan dapat melibatkan perusahaan swasta perkebunan kelapa sawit untuk mengembangkan peternakan sapi yang terintegrasi dengan kelapa sawit, maupun perkebunan kelapa sawit perseorangan.

Setiap perusahaan yang telah memiliki izin dan membangun perkebunan kelapa sawit diminta untuk berperan aktif dalam pengembangan peternakan sapi. Ini artinya, di samping melakukan budi daya kelapa sawit, perusahaan juga diminta mengadakan sapi yang nantinya disesuaikan dengan luasan areal perkebunan yang ada. 

“Namun faktanya dilapangan sejumlah perusahaan sawit di PPU masih kurang respon untuk kita ajak bekerja sama. Beberapa kali telah kita kirimkan undangan kepada sejumlah pimpinan perusahaan kelapa sawit, mereka tidak datang, ” ungkap Joko.

Padahal kata Joko, perusahaan di daerah sudah sepantasnya dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah. Karena jika dihitung-hitung, program CSR sejumlah perusahaan kelapa sawit yang ada di PPU dapat dijalankan melalui pengembangan ternak melalui integrasi ternak sapi dengan perkebunan kelapa sawit yang ada.  (hms6)


Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM