Sabtu, 21 Mei 2016

Mutlak, Sarana Transportasi Harus Dilengkapi Alat-alat Keselamatan


Suyoso Nantra saat berjabat erat dengan Gubernur Kaltim Awang Faroek
PASER, KABARKALTIM.CO.ID-Kecelakaan laut yang terjadi di perairan Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) beberapa waktu lalu yang menimbulkan korban beberapa jiwa, menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.  Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak memberikan pernyataan, agar alat transportasi dilengkapi dengan alat-alat keselamatan. 

Gubernur meminta semua pihak terkait, memperhatikan faktor safety yang sangat mutlak dalam dunia tranportasi, termasuk bagi pelaku tranportasi seperti motoris dan para penumpangnya, agar memperhatikan safety, menggunakan life jacket atau alat-alat keselamatan lainnya. 

Pernyataan Gubernur itu mendapat respon positif, dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat Kaltim Suyoso Nantra SSos MM  yang juga penasehat kabarkaltim.co.id. 


Life jacket sangat penting saat berlayar (Usman/kk)
"Semua pihak harus mendukung terwujudnya sarana transportasi yang aman, sangat penting dan mutlak sebagaimana yang dikatakan Gubernur Kaltim Pak Awang Faroek,  alat-alat keselamatan harus ada. Motoris speedboat dan penumpangnya, harus menggunakan life jacket," urai Suyoso yang juga Ketua Yayasan Melati Bangsa Kota Balikpapan dan pengurus FKKJT ini. 

Suyoso mengaku, kasus kecelakaan tak hanya terjadi di laut, namun belum lama ini pula juga terjadi di  jalan raya tak jauh dari simpang  Muara Rapak Balikpapan Utara, lagi-lagi kendaraan besar yang membawa beban berat. 

"Kelengkapan keselamatan, kondisi sarana transportasi yang layak pakai, sangat mutlak diperhatikan sebelum berkendara atau berlayar. Jangan juga melebihi beban, nyawa lebih penting dari segalanya," urai Suyoso. 
  
 "Sekali lagi saya ingatkan, gunakan life jacket, patuhi semua peraturan dalam berlalu lintas, baik itu di darat maupun laut. Semua harus mengampanyekan dan mendukung keselamatan dalam berlalu lintas," pinta Suyoso. 
 
Sebelumnya Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar mengungkapkan, meski alat penunjang keselamatan pada transportasi laut seperti pelampung sudah disediakan, tetapi baik motaris maupun penumpang enggan menggunakan. 

Selain itu Yusran menuturkan pengawasan maupun standar keselamatan di kawasan pelabuhan juga sudah memadai. "Pengawasan kami terhadap standar keselamatan di kawasan pelabuhan sudah cukup memadai," ujar Yusran. 

Saat media menanyakan perubahan regulasi terhadap rute khusus kapal penumpang yang beroperasi di perairan tersebut, ia menyatakan hal itu sulit dilakukan pasalnya pembagian rute tersebut harus melibatkan banyak pihak temasuk Kota Balikpapan. 
"Banyak pihak yang harus dilibatkan dalam pembagian rute dan hal itu sulit dilakukan dan Balikpapan harus  ilibatkan," ujarnya. 

Meski demikian pihaknya mengimbau kepada masyarakat maupun petugas untuk peduli dan disiplin dalam menggunakan alat keselamatan maupun unit transportasinya. 

Yusran menambahkan solusi dalam menekan tingkat kecelakaan kapal penumpang di wilayah perairan Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut adalah jembatan Nipahnipah - Melawai, dimana dengan adanya infrastuktur pengubung antara Kabupaten PPU dengan Kota Balikpapan setidaknya dapat mengurangi padatnya lalu lintas laut sehingga kecelakaan antar alat transportasi dapat diminalisir. 
"Hanya Jembatan PPU-Balikpapan solusi terbaik untuk mengurangi angka kecelakaan laut," tutup Yusran. (tw/hmd)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM