Senin, 30 Mei 2016

Kecewa, Agribisnis Club Hanya Dua CEO Perusahaan Hadir

SANGATTA,KABARKALTIM.CO.ID-Bupati Ismunandar menilai perusahaan yang tidak hadir dalam forum Agribisnis Club yang diselenggarakan Dinas Perkebunanan Kabupaten
Acara Agribisnis Club.(bahar sikki/kk)
Kutai Timur (Kutim), provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di ruang Meranti, Kantor Bupati Bukit Pelangi, Selasa (31/5/2016) hanya sebatas baru pegang izin. Perusahaan perkebunan yang tidak ikut acara Agribisnis Club tanpa alasan yang jelas mereka belum tanam apa-apa di lokasi.

"Forum semacam ini sejak Awang Faroek sebagai bupati Kutim sudah digelar. Kalau pak Awang mengatakan pimpinan perusahaan wajib ikut acara Agribisnis Club. Tapi kalau saya, karena lama tinggal di pulau Jawa, maka hanya mengatakan mohon dihadiri," tutur Ismunandar dalam arahan disambut tepuk tangan hadirin.

Memang dahulu beragam issu sampai di telinga Ismunandar ketika masih menjabat sebagai Sekretaris Kabupaten Kutai Timur. "Katanya, waktu itu forum tidak capai sasaran. Repot-repot siapkan sesuatu dengan biaya tak sedikit, namun hasilnya tidak maksimal. Untuk itu, acara Agribisnis Club  kali ini (Selasa 31 Mei 2016, Red) dikemas lebih sederhana tanpa merepotkan perusahaan," kisahnya.


Karena ketika Pilkada Kutim lalu, Paslon Ismunandar-Kasmidi Bulang tidak meminta dukungan apa-apa di perusahaan, maka baiknya pada semua perusahaan yang beroperasi di Kutim hendaknya mendukung suksesnya program desa membangun. Empat puluh persen desa dari 132 sama 2 kelurahaan yang belum menikmati listrik. Juga warga desa masih ada yang belum menikmati air bersih distribusi PDAM.

"Dana CSR atau  corporate sosial responsibility perusahaan sebaiknya mendukung program desa membangun. Biar warga desa bisa menikmati cahaya lampu listrik (terang), dan mengkonsumsi air bersih," harap Ismunandar.

Sedangkan Wakil Bupati Kasmidi Bulang mengatakan, pentingnya ikut acara Agribisnis Club ini agar semua roda pembangunan bisa lancar. Ajang silaturahmi ini sengaja diundang 18 camat, 66 manajemen perusahaan sawit/perkebunan karet untuk sama-sama membahas serta mencarikan solusi masalah yang terjadi di tengah masyarakat.

Masalah yang mencuat dalam pertemuan sehati itu, tentang tapal batas wilayah, realisasi perkebunan kemitraan (plasma), dan masalah lainnya. "Termasuk ada warga yang datang ke saya menawarkan sertifikat tanahnya untuk dijual. Karena orang itu berdalih, selama ikut plasma. sama Fairco uang yang mereka terima hanya senilai empat ratus lima puluh ribu per triwulan. Sewaktu petani itu belum ikut plasma penghasilannya bisa capai satu jutaan rupiah tiap bulan dengan tanam palawija," beber wakil bupati Kutim. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Perkebunan Akhmadi Baharuddin mengaku kecewa karena yang diundang hadir tidak sesuai. Agribisnis Club diharapkan dihadiri para komisaris perusahaan atau pemilik perusahaan, tapi yang nampak hanya para staf atau direktur perusahaan. (ri)


Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM