Oktober 03, 2019

Tingginya Prevalensi Penyakit Hipertensi dan Diabetes di DKI Jakarta

JAKARTA - Data surveillans DKI Jakarta pada tahun 2019 menyebutkan penyebab kematian tertinggi di DKI Jakarta disebabkan penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dan ginjal. Prevalensi hipertensi mencapai 34.1 % dan diabetes 3,4.

"Hal ini menjadi salah satu fokus utama kami dalam mengendalikan penyakit tidak menular," ujar dr. Dwi Oktavia TLH, Epid.

Pernyataan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi DKI tersebut disampaikan dalam kegiatan edukasi bertempat di Kantor Walikota Administrasi Jakarta Timur (3/10/2019), dengan mengambil tema "Deteksi Dini Penyakit Ginjal Kronik (PGK)".

Kegiatan yang diusung dengan Project Sunrise ini merupakan kerjasama antara Dinkes Provinsi DKI, Penefri (Perhimpunan Nefrologi Indonesia) dan Fresenius Medical Care, yang diikuti 400 orang.


Sementara itu, dr. Aida Lydia, PhD., Sp.PD-KGH, Ketua Umum PB Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI) dalam sambutannya mengatakan PGK dapat berkembang menjadi kondisi gagal ginjal tahap akhir jika tidak tertangani dengan baik, dan menyebabkan berbagai komplikasi bahkan kematian.

"Jika seseorang memasuki stadium akhir dari penyakit ginjalnya, maka ia akan membutuhkan suatu terapi pengganti ginjal diantaranya hemodialisis, peritoneal dialisis atau transplantasi ginjal,"

"Data Indonesian Renal Registry (IRR) tahun 2017, menunjukkan jumlah pasien aktif yang menjalani hemodialisis sebanyak 77,892 orang, sementara pasien baru adalah 30,843 orang. Dampak ekonomi yang ditimbulkan sangat besar. Hal ini dapat dicegah dengan deteksi sedini mungkin.” jelasnya

Lebih lanjut dr. Aida menjelaskan pencegahan PGK dapat dilakukan melalui pencegahan primer dan sekunder.
"Pencegahan primer yaitu program skrining yang bertujuan untuk mendeteksi masyarakat yang berisiko terkena penyakit ginjal. Sedangkan pencegahan sekunder dimaksudkan untuk mencegah para penderita PGK mengalami penurunan fungsi ginjal yang lebih berat lagi, sehingga dapat mengurangi jumlah pasien yang harus menjalani terapi pengganti ginjal.” jelasnya lagi.

Sedangkan dr.Parulian Simandjuntak, Managing Director PT Fresenius Medical Care Indonesia menyatakan PT Fresenius Medical Care Indonesia berkomitmen untuk bersama-sama pemerintah dan masyarakat melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kesehatan ginjal di seluruh Indonesia.

“Kami telah melakukan Kegiatan Project Sunrise ini dilakukan di Jakarta Timur sebagai pilot project, bertempat di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Cakung, Jatinegara, Matraman, dan Pasar Rebo,".

"Diawali dengan kegiatan edukasi deteksi dan tatalaksana penyakit ginjal bagi dokter umum di Puskesmas bulan Agustus yang lalu, saat ini memasuki fase skrining yang diikuti oleh 400 penduduk,".

"Kami berharap kegiatan ini memberikan data sebagai upaya advokasi kebijakan mengenai pentingnya tahapan uji faktor risiko di fasilitas kesehatan primer untuk mencegah penurunan fungsi ginjal, terutama bagi pasien diabetes dan hipertensi," pungkasnya. (*/ki)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM