Agustus 05, 2019

Kritisi soal Parkir, Suriansyah : Jangan Hanya untuk Meningkatkan PAD tapi Membebani Rakyat

Suriansyah (Prof)
BALIKPAPAN, KABARKALTIM.CO.ID-Setelah melakukan aksi unjuk rasa di Pertamina RU V Kota Balikpapan soal transparansi perekrutan tenaga kerja, belum lama ini, Gerakan Putera Asli Kalimantan (Gepak) atau disebut Gepak Kuning Kaltim, kini menyoroti permasalahan parkir di Kota Balikpapan. 

Disebutkan Ketua Umum Gepak Kuning Kaltim Suriansyah (Prof),  jangan terus membebankan pajak kepada rakyat, kasihan masyarakat kecil. 

"Perlu dicermati, jangan parkir sembarangan terutama di rumah makan sekitar Klandasan, Balikpapan Kota. Walau hanya parkir kendaraan sebentar, kena biaya parkir Rp 4.000," sebut Prof. 

Pihaknya melakukan kritik untuk kebijakan biaya parkir, semua terbeban ke masyarakat. 
"Semua yang ada di badan kita, semuanya sudah kena pajak. Mulai pakaian, makanan, rumah dan sarana transportasi. Parkiran, buang air besar atau kecil. Kenapa semuanya itu dibebankan ke rakyat?," kritik Prof. 
Menurut dia, seharusnya pemerintah kota membuka peluang sebesar-besarnya untuk menyerap tenaga kerja, membuka peluang usaha bagi masyarakat, demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.  "Ada penerimaan tenaga kerja tapi tidak transparan. Sistem KKN masih berlaku sampai sekarang. Jangan hanya untuk sekadar meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), tapi dibebankan ke rakyat terus. Kasihan masyarakat kecil, harusnya dipertahikan terlebih dulu bagaimana peningkatan kesejahteraannya," seru Prof. (kk)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM