Selasa, 16 Oktober 2018

MoU SMKN 5 Balikpapan-Transkon Jaya : Untuk Siap Pakai di Dunia Industri


Lexi Rompas dan Wawali Rahmad Mas’ud usai menandatangani kerjasama Transkon Peduli Pendidikan 
BALIKPAPAN, KABARKALTIM.CO.ID-Dunia kerja mendatang membutuhkan tenaga-tenaga terampil yang tidak hanya sekadar lulusan Kejuruan, mereka harus memiliki kemampuan dan kualitas bekerja di sektor industri. Hal itulah yang dirasakan oleh SMKN 5 Balikpapan yang melakukan kerjasama dengan PT Transkon Jaya dalam mendidik siswa-siswi atau taruna-taruni siap pakai di dunia Industri. 

Selasa (16/10/2018) di kawasan Lamaru, SMKN 5 melakukan penandatanganan kerja sama dengan PT Transkon Jaya. Program ini sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam merealisasikan instruksi presiden (inpres) nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK serta program Kemenperin yakni Pendidikan Vokasi Industri. 
"Revitalisasi vokasi ini sangat tepat. Pihak yang tahu kebutuhan industri adalah pihak industrinya. Oleh karena itu, kurikulum pendidikan perlu bersinergi dengan industri dalam rangka antisipasi kebutuhan tenaga kerja," kata Plt Kepala SMKN 5 Balikpapan Muhammad Arifin MPd. 

Menurut Arifin, selama ini tingkat pengangguran lulusan SMK cukup tinggi karena kualifikasi yang rendah dan ketidaksesuaian dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Jadi rehabilitasi vokasi harusnya juga mencakup rehabilitasi program, instruktur, peralatan dan manajemennya. 

"Secara prinsip, kami sudah mendahului Inpres. Target pada 2018 kami sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan dan membentuk kelas-kelas khusus dari unit usaha dan industri,” ujar Arifin. 

Lebih jauh, Operation Manager PT Transkon Jaya Lexi Rompas mengatakan, bahwa kerja sama ini sangat penting untuk memasukan kurikulum industri dalam pendidikan di SMKN 5 sehingga siswa pun mendapatkan tambahan kemampuan dan kualitas pendidikan. 

"Saya yakin para lulusan SMK dapat menjadi tenaga kerja yang lebih siap kerja dan menang dalam persaingan di dunia kerja. Kualitas tenaga kerja yang siap kerja tentu akan meningkatkan daya saing industri Indonesia sehingga menghasilkan lebih banyak lapangan kerja dan secara jangka panjang berimbas pada peningkatan pendapatan masyarakat," katanya. 

Pada program ini, PT Transkon menyediakan kurikulum pelatihan otomotif yang keterampilan dasar yang diterapkan oleh PT Transkon Jaya. Selain itu pihak Transkon pun akan menyediakan tenaga-tenaga pengajar untuk melatih para siswa sesuai dengan industri yang digeluti oleh PT Transkon yaitu otomotif. 

Dirinya menyampaikan bahwa selama ini PT Transkon rutin menerima siswa Praktek Kerja Lapangan (PKL) sebanyak 20 siswa lebih setiap periodenya, mereka ini adalah siswa dari SMKN 5 yang diharapkan setelah melakukan PKL selanjutnya bisa diterima bekerja di PT Transkon setelah lulus sekolah. 

"Kurikulum yang ada akan dibikin lebih lentur agar lebih mudah beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja," kata Lexi. 

Untuk para guru, PT Transkon memberikan program pelatihan dalam bentuk train the trainer dan pelatihan lainnya yang dilakukan secara berkala agar para guru dapat mengoptimalkan teknologi untuk proses belajar yang lebih efektif. Transkon juga memfasilitasi siswa untuk pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) serta memfasilitasi dan memprioritaskan lulusan-lulusan dari program ini untuk mengikuti proses rekrutmen di Transkon. (are)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM