Sabtu, 14 Juli 2018

ANAK-ANAK TELANTAR BUTUH TEMPAT TINGGAL

Focus Group Discussion membahas kajian akademis pelayanan rehabilitasi sosial (abram/kk)
BALIKPAPAN, KABARKALTIM.CO.ID-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan melakukan kerja sama dengan Universitas Brawijaya Malang, melakukan kajian akademis mengenai pelayanan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas, tunasosial dan korban perdagangan orang, anak lanjut usia di luar panti. Pelaksanaan tersebut dikemas dalam Focus Group dilangsungkan di Hotel Platinum Balikpapan, Kamis (11/7/2018). Anak-anak telantar membutuhkan sarana tempat tinggal.

Kajian tersebut melibatkan secara penuh lembaga Pusat Penelitian Kebijakan dan Konflik Universitas Brawijaya. Target dari pelaksanaan FGD menjadi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait penyandang disabilitas dan tunasosial anak-anak jalanan.


Kepada kabarkaltim Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Mieke Henny, usai membuka FGD bertema pelayanan rehabilitasi sosia, menegaskan, Kementerian Sosial  sudah setuju membuat Perda.

"Diharapkan September atau Oktober ini sudah jadi,  tinggal pemberlakuannya," tuturnya.

"Saat ini lagi disusun  hasil kunjungan ke beberapa daerah kemudian dijadikan bahan  penyusunan Perda.  Rekomendasi dari Kementerian dan dari kabupaten/kota yang sudah diberlakukan," jelas Mieke.

Bagi di kalangan disabilitas untuk kondisi di Kota Balikpapan memang belum bisa dikatakan ada kepuasan dalam penyediaan fasilitas. (ahe)






Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM