Minggu, 20 Mei 2018

Perlunya Penguatan Wawasan Kebangsaan secara Terstruktur

Diskusi di Sekretariat Donald Sitorus Center 

Donald Sitorus berdiskusi dengan DR Frits Sihombing
BALIKPAPAN, KABARKALTIM.CO.ID-Berbagai program kerja positif yang memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa, terus dilakukan Donald Sitorus Center (DSC) yang bersekretariat di Balikpapan Baru. 

Seperti baru-baru ini, Donald Sitorus yang akrab disapa Bang SD, melakukan diskusi dengan Praeses HKBP Distrik 27 Kaltimsel dan Kaltara Pdt DR Ir Frits Sihombing. Materi diskusi mengenai kebangsaan, dipandang sangat perlu melakukan penguataan wawasan kebangsaan untuk semua elemen dan anak-anak bangsa, penguatan wawasan kebangsaan secara terstruktur. 
"Wawasan kebangsaan perlu dikuatkan lagi bagi semua anak-anak bangsa Indonesia. Dilakukan secara terstruktur, terencana, sangat penting demi masa depan bangsa," beber Frits yang menyelesaikan program Doktoralnya di Jerman bidang Filsafat.

Frits melanjutkan, ada beberapa hal yang sangat mendasar dalam hal kekinian, dan itu dia tungkan dalam buku yang nantinya dikonsultasikan secara nasional, dengan mengundang Presiden Joko Widodo. 

"Saya menulis artikel-artikel yang dijadikan buku, mengenai antisipasi gereja pasca 100 tahun Nomensen. Ada beberapa mendasar yaitu tentang dasar negara Pancasila, radikalisme, hoax, bonus demografi dan permasalahan narkoba. Hal mendasar itu, harus diantisipasi secara maksimal, demi kemajuan dan keutuhan bangsa," tegasnya. 

"Gereja secara penuh menerima Pancasila sebagai dasar negara dalam kehidupan sehari-hari, bermasyarakat dan berbangsa. Rencana buku itu dikonsultasikan nasional, salah satu pembicara saya dan Pak Luhut Panjaitan. Rencana pula mengundang Bapak Presiden,". 

Mengenai bonus demografi, Frits memaparkan merupakan kondisi usia produktif yang mencapai puncaknya antara tahun 2020-2023. Kesempatan emas yang sangat jarang terjadi itu, harus dimanfaatkan Bangsa Indonesia. Harus diakui, bonus demografi merupakan program keberhasilan Keluarga Berencana (KB) di masa Soeharto, dan pemerintah harus mengambil kesempatan emas itu, dimana angka tenaga kerja dalam jumlah sangat besar. 

"Antisipasinya dengan penyediaan lapangan kerja, jika terserap dengan baik maka kemajuan dan kesejahteraan bagi bangsa. Jadi harus diantisipasi dengan baik," tutup Frits. (kk)


Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM