Selasa, 02 Mei 2017

Jerman Tepati Janji, Siapkan Transisi Ahok untuk Jadi Walikota Berlin Jika Pemerintah RI Ijinkan



Ahok
Foto (Istimewa)
KABARKALTIM.CO.ID, Jakarta - Barangkali Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) adalah orang pertama yang boleh berbangga karena diperebutkan oleh beberapa negara besar. Setelah New York dan Singapura, Ahok kembali dirayu oleh pemerintah Jerman untuk menjadi pemimpin di Jerman jika dirinya tidak terpilih lagi menjadi Gubernur DKI Jakarta 2017. Permintaan tersebut dilontarkan sebelum dilaksanakannya Pilgub DKI Jakarta. 
Setelah Pilgub DKI Jakarta usai dan Ahok, walaupun belum dari hasil perhitungan resmi KPUD, hasil perhitungan lembaga-lembaga Quick Count telah dinyatakan kalah dan itu dapat dipastikan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur baru DKI Jakarta adalah Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. 

Kini, setelah Pilgub DKI Jakarta pada 19 Juli lalu usai, utusan pemerintah Jerman datang kembali menemui Ahok. Mereka menepati janjinya ingin untuk menjadikan Ahok sebagai walikota di negaranya yaitu Berlin.
Jerman akan siapkan segaka sesuatunya yang berkaitan dengan transisi Ahok untuk jadi walikota di Berlin


Menurut sumber kabargroupnetwork di Balaikota Jakarta, minat Jerman terhadap Ahok sebagai pemimpin tentunya bukan karena mengagumi semata, namun itupun berkaitan dengan kredibilitas Ahok yang sudah sangat terbukti. Ahok yang sudah sering diperiksa KPK dan tidak terbukti bersalah. Hal ini juga salah satu poin penting yang membuat pemerintah Jerman dan beberapa negara lainnya ingin memilikinya menjadi pemimpin di negara mereka.

Selain itu, Ahok juga mampu memunculkan program-program yang dinilai bisa mensejahterakan rakyat DKI Jakarta dengan anggaran yang sangat sedikit dibandingkan Gubernur terdahulunya. Program nyata Ahok itu jugalah menjadi poin besar bagi negara lain menjatuhkan pilihan terhadap Ahok dan rela menghabiskan dana jika Ahok bersedia berpindah ke negara mereka.

Pemerintah Jerman juga mengikuti perkembangan berita dan telah mengetahui Ahok dalam mengikuti pilkada DKI Jakarta tapi mengalami penolakan dari umat muslim dengan menuduh Ahok telah menistakan Alquran. Dengan adanya tuduhan dari umat muslim itu membuat Ahok tersangkut hukum dengan kasus penistaan agama dan hingga saat ini Ahok sudah menjalani beberapa kali sidang dan akan menantikan putusan Majelis Hakim pada 9 Mei 2017.

Jerman yang mengetahui serangan tuduhan penistaan agama itu bermotif politik sehingga tidak mengurangi minatnya terhadap Ahok. Jerman malah heran melihat politik yang ada di Indonesia karena menjadikan agama sebagai cara untuk menjatuhkan Ahok.

Penolakan terhadap Ahok tersebut itulah yang membuat Jerman getol mendekati Ahok dan mengirimkan perwakilannya untuk menyatakan Jerman siap jika perlu membeli Ahok untuk menjadi pemimpin di sana, sebab sebelumnya negara lain seperti New York serta Singapura juga telah menawarinya.

Sebelumnya New York menyatakan akan melunasi seluruh hutang Indonesia jika Ahok bersedia menjadi wali kota New York. Tentunya sungguh miris melihat negara lain memperebutkan sumber daya manusia yang cerdas yang bisa memajukan Indonesia, sedangkan kita yang menggenggamnya ingin membuangnya. [*\maxor]
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM