Kamis, 29 September 2016

Pelajar Kutim Wakili Indonesia ke Korea

Alan tengah bersama gurunya.
SANGATTA, KABARKALTIM.CO.ID-  Prestasi luar biasa yang patuh dibanggakan. Kendati menimbah ilmu pengetahuan jauh di pinggiran timur pulau Borneo, pelajar SD YPPSB 2 Kabupaten Kutai Timur (Kutim), provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang bernama lengkap, Alan Kurnia Patulak dipilih tim seleksi  untuk berangkat ke Korea Selatan mewakili Indonesia  pada ajang lomba kreatif internasional atau world creativity festival (WCF) yang dijadwalkan dihelat 20 -24 Oktober 2016 mendatang.

Ketua YPPSB Khudori senada Manaejer Pendidikan YPPSB Wariadi menyatakan, anak didiknya, Alan, mendapat tiket studi ke Korea Selatan. Tentunya sudah melalui tahapan  proses seleksi ketat diajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional di Palembang, beberapa hari lalu.


Alan yang saat ini duduk di bangku kelas VI SD YPPSB 2 dipanggil Direktur Pembina SD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Wowon Widaryat untuk  mengikuti pembinaan dan seleksi lanjutanInternational Mathematic and Science Olympiade (IMSO) di Jakarta. Berkat keuletan belajar, Alan berhasil lolos seleksi tahap 1- 3. 

Pembinaan materi OSN, IMSO dan WCF kepada Alan bersama teman-temannya di sekolah yang dilakukan gurunya, Ari Yusnani, membuahkan hasil menggembirakan. “Alan adalah anak yang memiliki komitmen dan punya semangat belajar yang tinggi, tidak mudah menyerah, dan suka bergaul dengan teman-temannya. Itu terbukti cara belajar yang tidak mudah lelah, semangat terus  dan low profile,” terang Ari Yusnani.

Dijelaskan, WCF awalnya merupakan lomba tahunan siswa Korea yang digelar sejak 1997. Tahun 2005 WCF mulai dibuka untuk pelajar dari luar Korea. Tujuan lomba tersebut meningkatkan kreativitas siswa bidang sains dan teknologi. Perwakilan negara mendemonstrasikan karya di nilai tim juri internasional. Tahun 2015 silam, WCF diikuti 120 tim dari 7 negara. Yaitu, China, Taiwan, Hongkong, Malaysia, Saudi Arabia, tuan rumah Korea Selatan, dan Indonesia.

Ajang kompetisi WCF merupakan tantangan berat tersendiri bagi peserta lomba. Sebab peserta mempertarungkan kolaborasi sains dan seni.  Keikutsertaan Indonesia pada WCF tahun ini (2016) merupakan kombinasi jawara Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N)danhasilseleksi IMSO.Masing-masing 2 murid jawara pantomim dari Jogyakarta, seorang murid SD juara 1 pidato dari Manado, Sulewasi Utara. Dan, tiga murid SD hasil seleksi IMSO, yakni  Alan, Benayya siswa SDS Santa Ursula Jakarta, serta Dihya murid SDN Citagen, Tasikmalaya, Jawa Barat. 

Kini pihak YPPSB dan orangtua Alan, sibuk mempersiapkan kelengkapan dokumen persyaratan untuk dikirim ke Jakarta. Karena sesuai jadwal 29 September sampai 5 Oktober 2016, Alan mengikuti pembinaan lanjutan di Jakarta leh tim Kementetian Pendidikan dan Kebudayaan RI. 

Keluarga besar Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bara (YPPSB) berharap, dukungan (support) dan iringan doa warga Kaltim, dan lebih khusus masyarakat Kutim, semoga Alan diberi kemudahan dan kelancaran dalam mengikuti  forum internasional WCF di Daejean, Korsel. (ri)



.

Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM